Review NovAge Ultimate Lift

image

Udah 2 tahunan sejak hamil pertama, aku ga pernah ngerawat muka. Pas hamil bawaannya kerja terus maunya, tapi males pake kosmetik dan pembersih. Walopun dipakei make up krn tuntutan kerja, hasilnya pasti jelek.

Setelah lahiran Rafael, keinginan ngerawat muka bukannya nggak ada, tapi fokusnya jadi beralih ke anak. Ga punya waktu untyk diri sendiri, repot banget, apalagi karena mungkin Rafael bayi asi dan cowok, jadinya nempel terus.

Suplemen kulit kuhentikan karena masih menyusui eksklusif, mau ke klinik, lagi-lagi terkendala waktu krn aku ngurus bayi tanpa bantuan asisten. Satu-satunya cara yang mungkin adalah nyari produk skin care yang bagus untuk membenahi wajahku.

 

Problem kulitku berminyak, bekas jerawat dengan pori segede sumur, mata panda fan berkantung kayak nenek-nenek karena kurang tidur, kulit turun kebawah ngikuti gravitasi mungkin akibat penurunan berat badan, dan ada lagi bintik merah kayak alergi dikulit tapi ga gatel. Pokoknya banyak problem dan jelek banget!

Sebulan pakai Novage, nampak perbaikan yang cukup nyenengin. Kulitku jadi bersihh, jadi seger, lembab, kenyal dan membal-membal gitu. Ga pake bedak lagi selain bedak tabur, larena kulit udah keliatan seger kayak bedakan.

Novage ini produk paten Swedia yang diusung Oriflame. Paten formulanya namanya aspartolift, untuk meningkatkan elastisitas kulit, bikin kulit usia dewasa jadi terjaga kemudaannya. Kulit terasa banget bedanya, jd kenyal, ngangkat kulit yg turun, dan bikin kulit seger.

Usia makin dewasa, problem penuaan maskin nyata. Jadi musti teratur dirawat biar tetep cantik..

Novage definitely nolong banget ngatasi problemku. apalagi harganya juga masih kejangkau meski dia produk paten eropa. Bayangkan untuk produk anti aging sejenis biasa dibandrol jutaan 6-9 juta se set. Lha novage se setnya  ga nyampe 2 juta udah bisa buat 5 bulanan.

Iritt kan yaaa?

Beberapa foto hasil pemakaian novage juga kusertakan disini. Foto ini bukan punyaku, tapi punya temen grup yg ngerasain manfaat pake novage.

Cr to owner.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tabungan dan Reksadana; Sekedar Perbandingan.

Pernah nggak merasa, walau seberapa keras kita berusaha, kok ya masih aja uang di rekening ga nambah-nambah? Seberapa banyak kita kerja, kok ya selalu pengeluaran lebih terasa cepet ngalirnya daripada pemasukan?

Well, sebenarnya kalo kita mau sedikit belajar memanage uang, dan lebih cerdik memperlakukan uang, mungkin problem kesulitan uang di tengah bulan, kesulitan bayar SPP anak, dan kesulita-kesulitan lainnya bisa dihindari.

Salah satu cara menjauh dari yang namanya kekurangan uang, adalah memaksimalkan kinerja uang kita. memakai uang kita supaya menghasilkan leih banyak daripada yang kita habiskan. Caranya? Investasi doong.. Sayangnya banyak yang berpikir, investasi itu kudu banyak uangnya, kudu jadi orang kaya duluan.. lha kalo gitu, ga ada dong orang miskin yg bakalan jadi kaya, ya nggak?

Belajar berinvestasi, tak lepas juga dari perencanaan keuangan yaa.. coba deh baca beberapa postinganku duluu Disini dan Disini
Bukannya udah pinter, aku pas ikutan kelas Perencana keuangan, malah berasa tolol sendiri karena ilmu yang dikasih ga sepenuhnya bisa di aplikasikan didunia nyata. Aku belajar statistik; koefisien, beta dsb yang jelas bikin mumet dan mestinya sudah ada tools nya yg memudahkan buat orang awam kayak aku yaa. Meski gitu, selain mendapatkan suami 😀 , banyak juga ilmu yang bisa diaplikasikan dari training itu, kayak ngitung nilai waktu uang yang nurutku penting banget untuk ngitung kebutuhan kita nanti dimasa depan supaya nanti menua dengan cukup ga ngerepoti anak.

Nah ngomong Investasi; aku pengen berbagi sedikit tentang gimana uangku bertumbuh melampai nilai deposito, walo hanya nabung setahun selama sejuta perbulan. Jangan liat nilai/nominal kecilnya yaa, aku lebih ingin menekankan pentingnya menaruph dana sekecil apapun itu, ditempat yang tepat. Agar uang kita bisa kerja maksimal. Makanya aku sengaja bikin rincian nilai investasi (dalam hal ini reksadana saham), dan perbandingan jika uangnya kita parkir di tabungan saja.

Biar ga bosen bacanya, dah lebih baik langsung tak kasih hasilnya ya. Lama ga ngitung-ngitung, semoga hasilnya bener.. hahaha

perbandingan reksadana dan tabungan

Dari data diatas, bisa disimpulkan bahwa, dengan nominal uang sama yang ditabungkan ke instrumen berbeda (tabungan dan reksadana), akan menghasilkan hasil yang berbeda. Return reksadana mencapai 15% sedangkan return tabungan mencapai 5% selama kurun waktu 2 tahun.

Jadi, disimpulkan sendiri yaa…mana yang menurutmu paling baik untuk menggandakan uang. Ingat juga, bahwa yang namanya investasi reksadana juga punya resiko, dan kinerja masa lampau tidak mencerminkan kinerja yang akan datang. Jadi pelajari baik-baik kemampuan kita menerima resiko dibandingkan keinginan kita untuk mendapatkan imbal hasil.

Mau bisnis, ada kemungkinan rugi, entah tenaga atau uang.
Mau investasi juga ada kemungkinan rugi
Mau ditabung, nilai uang kita juga menyusut jika dibandingan dengan kenaikan inflasi (Rugi juga sebenernya)

Sekali lagi, harap dipilah dan dipilih dengan bijak sesuai profil resiko kita, mana yang terbaik untuk menentukan masa depan kita.

Alat Uji Kesuburan

image

Enter a caption

Selain test uji kehamilan, ada lho test uji kesuburan. Macam2 merek sekali pakai ada fertitest, ovutest dll. Sangat berguna buat yang ingin hamil tapi males ngitung masa subur/ siklus tak lancar, juga mencegah kehamilan bagi yang tidak berkontrasepsi.

Kalau yang sekali pakai biasa menggunakan urine, Ovutest ini pengujiannya cukup memakai air ludah. Air ludah dioleskan ke kaca yang ada lampu di alatnya sebagai media untuk melihat apakah saat itu kita subur atau tidak. Kita tinggal nyalain lampunya, trus ngeker deh. Praktis dan lebih murah kan ya, krn pemakaiannya bisa diulang lagi.

Harganya waktu itu beli di guardian, sekitar 200 ribuan. Sedangkan yang sekali pakai berkisar 20-25 ribu.

Hamil Kedua; 26 Minggu Terlewati (dengan baik)

Bersyukur banget, 26 minggu kehamilan terlewati tanpa ada keluhan berarti. Hari ini mulai muncul nyeri pinggang belakang, dan tumit yang mulai sakit kalo dipake berdiri agak lama. Akibat kenaikan berat badan mungkin ya. Jika menengok kebelakang di posting terdahulu Usia Kehamilan 26 Minggu ; Kaki Super Bengkak, terasa jauh sekali perbedaan hamil Rafael dengan kehamilan yang kedua ini.

Selain tumit yang gampang pegel dan lelah, Lanjutkan membaca “Hamil Kedua; 26 Minggu Terlewati (dengan baik)”

Banyuwangi; Mengenal Suku dan Adat Oseng

Saat Gathering Univ Petra kemarin, kami ngelencer ke banyuwangi, kota yang belakangan populer dengan menjual wisata dan adat sukunya dengan perayaan dan festival-festival internasional.

Kami dijamu oleh teman  dari prof. Rolly intan, mantan alumni UK petra juga yang saat ini menjabat ketua DPC partai Lanjutkan membaca “Banyuwangi; Mengenal Suku dan Adat Oseng”

Review Suplemen Kulit : Ag Factor

Late post
image
Setelah mencoba kinohimitsu dan tampak tidak memuaskan perubahannya di kulitku, aku mulai kembali mencari prekusor glutathione.

Masih kesulitan mencari glutera, aku mulai melirik produk lain yang kalo dihitung lebih murah dari glutera. Browsing sana-sini, aku berminat membeli Ag Factor, produk buatan singapura. Kubeli dengan harga 2.1 juta untuk 3 botolnya untuk konsumsi
Lanjutkan membaca “Review Suplemen Kulit : Ag Factor”